Apa Itu Bayi Tabung

Bayi tabung atau diluar negeri sering disebut dengan IVF ( Invitro Fertilization ) atau Test Tube Baby adalah proses pembuahan dimana telur diambil keluar tubuh dari indung telur wanita, untuk dibuahi oleh sperma suaminya yang prosesnya dilakukan secara manual di cawan petri dalam laboratorium. ( Di Indonesia proses ini hanya boleh dilakukan oleh suami istri yang sudah menikah secara sah )

Embrio akan dipantau pertumbuhannya selama 3 ( tiga ) sampai 5 ( lima ) hari hingga dianggap pantas untuk ditanamkan kedalam rahim wanita, 2 minggu setelah penanaman pasangan peserta program bayi tabung akan tahu apakah proses tersebut berhasil atau tidak.

Peluang untuk hamil melalui proses bayi tabung sangat terpengaruh oleh usia wanita peserta program bayi tabung, untuk ibu muda dengan umur dibawah 30 tahun maka peluang keberhasilannya diatas 85% per siklus, sebaliknya untuk ibu-ibu yang telah berusia diatas 40 tahun peluang keberhasilannya hanya 20% sampai dengan 40% dimana peluangnya akan semakin mengecil mengikuti usia perempuan, sehingga ibu-ibu diatas umur 45 tahun tidak dianjurkan untuk mengikuti program kehamilan dengan cara ini.

Tetapi tentu saja peluang yang tersebut diatas secara statistik pada setiap-tiap klinik memiliki hasil yang berbeda-beda tergantung pengetahuan, pengalaman, dan teknologi yang dimiliki oleh masing-masing klinik tersebut, contohnya pada sebuah klinik yang berada diluar negeri, ada yang mengklaim bahwa ditahun 2017 dengan pengaplikasian teknologi dan ilmu yang terbarukan yang mereka miliki, maka peluang kehamilan secara kimia untuk wanita peserta program yang telah menginjak usia 40-45 tahun, masih diatas 42% per ET ( Embryo Transfer ), yang mana artinya pasien yang memiliki stok sel telur yang cukup untuk 2 ( dua ) kali ET akan memiliki peluang diatas 66% untuk bisa hamil, sayangnya cukup jarang wanita yang memiliki stok sel telur yang cukup untuk 2 kali ET per OPU ( Oocyte Pick-Up ) pada umur-umur tersebut.

Pada dasarnya program bayi tabung meliputi:

  1. Pemeriksaan Awal Kesuburan Suami dan Istri melalui cek darah, cek sperma, dan USG
  2. Pemeriksaan Awal Sel Telur ( Hari ke-2 atau ke-3 Menstruasi ), untuk melihat jumlah dan ukuran sel telur pada indung telur
  3. Stimulasi Sel Telur, untuk merangsang perkembangan sel-sel telur, diharapkan dapat mencapai ukuran ideal untuk pembuahan kelak
  4. Pematangan Sel Telur, agar semua sel telur yang berkembang dan mencapai ukuran ideal, siap untuk dipanen dalam kondisi yang baik
  5. Operasi Pengambilan Oosit Ke Laboratorium yang biasa disebut OPU, yaitu dengan mengambil sel telur dari tubuh wanita untuk dipindahkan ke cawan petri
  6. Pembuahan Di Laboratorium, yaitu penanaman sperma ke sel telur
  7. Embrio Transfer Ke Calon Ibu, embrio yang berkembang dan pertumbuhannya dianggap baik dimasukan ke rahim sang istri, atas persetujuan pasien biasanya ditanamkan sekaligus lebih dari satu embrio
  8. Pengumuman Hamil Berdasar Test Darah, setelah 10 hari dari transfer embrio ke dalam rahim akan dilakukan cek darah untuk menentukan apakah sang calon ibu berhasil hamil atau tidaknya
  9. Pengumuman Hasil USG, ini untuk memastikan bahwa kehamilan tersebut memang berkembang dengan baik

Untuk lebih jelasnya mengenai tahapan proses bayi tabung silahkan klik disini