Bayi tabung meliputi beberapa tahapan proses ;

  1. Wawancara riwayat kesuburan pasangan oleh dokter :
    • Yang pertama ditanyakan biasanya adalah berapa lama pasangan telah menikah?
    • Riwayat kehamilan, berapa kali hamil, kapan terakhir mengalami kehamilan?
    • Riwayat keguguran, berapa kali keguguran, kapan terakhir keguguran?
    • Riwayat operasi sekitar ovarium, apa pernah operasi kista,miom,dll?
    • Riwayat penyakit yang berkaitan dengan hormon atau stimulan juga kadang ditanyakan, hal ini dikarenakan suntikan stimulasi hormon seringkali berbahaya bagi wanita yang memiliki bibit kanker, sangat dikuatirkan ketika suntikan hormon untuk memperbesar sel telur malah mengaktivasi sel kanker pasien. Dalam tahap ini biasanya kista atau miom akan diabaikan karena dianggap bukan masalah serius hanya perlu pengawasan atau penangangan tambahan saja.
  2. Pemeriksaan kesehatan suami :
    • Pemeriksaan darah rutin, untuk rujukan kesehatan secara umum.
    • Pemeriksaan kualitas sperma, selama masih didapati bahwa sang lelaki masih mengeluarkan sperma meskipun sedikit dan terlepas dari hasilnya yang bahkan mungkin hanya didapati bahwa sperma normalnya hanya 0,1% (Dimana biasanya lelaki baru akan dianggap subur bila sperma normalnya diatas 30%), maka program bayi tabung tetap akan bisa dilanjutkan. Bahkan pada beberapa kasus sperma yang divonis 0% tetap dapat melanjutkan program bayi tabung, yaitu dengan mengambil sperma pria langsung dari buah pelirnya, tentu saja akan dikenakan biaya tambahan untuk tindakan ini.
    • Uji MAR (Mixed Antiglobulin Reaction), untuk melihat apakah ada antibodi yang antisperma pada spermatozoa, seringkali hal ini yang menjadi penghambat sperma untuk menuju ke sel telur. Kalau negatif maka program bisa dilanjutkan.
    • Skrinning Suami, biasanya untuk melihat apakah sang suami mengidap hepatitis B, hepatitis C, atau HIV. Jika negatif semua, program bayi tabung bisa dilanjutkan.
  3. Pemeriksaan kesehatan istri ( Haid hari ke-2 atau hari ke-3 ) :
    • Pemeriksaan darah yang dikhususkan untuk perempuan calon peserta program bayi tabung.
    • USG Transvaginal, untuk observasi kesiapan mengikuti program bayi tabung, biasanya akan dilihat jumlah dan ukuran bakal telur yang ada pada ovarium wanita pada sisi kiri dan kanan rahim.
    • AMH (¬†anti mullerian hormone¬†) untuk memperkirakan cadangan ovarium pada calon pasien peserta program bayi tabung, hal ini untuk meramal keberhasilan program.
    • FSH ( Follicle Stimulating Hormone ) untuk melihat apakah tubuh calon pasien masih memiliki kontrol hormon yang normal dalam merangsang perkembangan folikel.
    • PROLAKTIN ada beberapa pandangan yang menganggap bila kadar prolaktin terlalu tinggi hingga diatas 50 ng/ml wanita akan lebih sulit mengalami kehamilan.
    • ESTRADIOL diukur untuk melihat kadar hormon estrogen, ini untuk menentukan jumlah berapa ampul pasien akan menerima suntikan hormon pada setiap harinya nanti, ketika memulai program bayi tabung.
    • Skrinning Istri, meliputi test TORCH hepatitis B, hepatitis C, HIV, Anti Toxo lg M, Anti Toxo lg G, Anti Rubella lg M, dan Anti Rubella lg G. Bila tidak ditemukan masalah maka boleh mengikuti program bayi tabung.
  4. Suntikan obat perangsang perkembangan sel telur dan hormon esterogen ke perut istri, suntikan diberikan setiap hari dan memakan waktu kurang lebih 10 hari dimana dosisnya akan ditentukan oleh dokter yang biasanya didasarkan pada usia, tinggi, dan berat pasien wanita. Berat yang berlebih dan umur yang lebih tua akan menjadi pertimbangan dokter untuk menambahkan dosis obatnya. Disinilah keahlian dokter akan menentukan, karena dosis yang terlalu banyak atau sedikit tidak akan optimal bagi pasien.
  5. Cek estradiol dan USG transvaginal setiap 2-3 hari selama suntikan hormon berlangsung, hal ini untuk melihat perkembangan sel telur dan hormon pasien wanita dan untuk selanjutnya dokter akan menentukan penyesuaian dosis dan tindakan yang diperlukan keesokan harinya.
  6. Suntikan pematangan sel telur ke pantat istri, akan diberikan oleh dokter menjelang pengambilan sel telur, bersyukurlah ketika mendapat suntikan ini. Artinya suntikan hormon yang memakan biaya mahal itu sudah berlalu.
  7. Bila pasien lelaki memiliki masalah kesuburan yang berat, tetapi diasumsikan bahwa masih bisa mendapatkan sperma yang baik melalui tindakan operasi, maka akan dilakukan operasi pengambilan sperma langsung dari buah pelir sang suami tersebut, bila si pria masih ada mengeluarkan sperma yang sehat meskipun jumlahnya sangat sedikit, maka tahapan ini akan dilewati. Dokter akan memberikan bius ke pasien untuk proses pengambilan sperma ini.
  8. OPU ( Ovum Pick Up ) ini adalah tahap yang paling krusial dan memakan biaya paling besar dan mahal dalam proses bayi tabung, melalui operasi dokter akan membius sang istri dan mengambil sel telurnya, pada proses ini diharapkan dokter memperoleh antara 5 sampai 15 sel telur yang sudah matang dan mencapai ukuran sekitar 18mm yang siap untuk dibuahi oleh sperma. Proses OPU ini biasanya memakan waktu kurang dari satu jam, tetapi suami tidak akan melihat istri sampai 2-3 jam, setelah istri sadar dan keluar ruang operasi diperbolehkan untuk pulang.
  9. Bila pasien lelaki masih memilki sperma yang baik, maka bertepatan dengan OPU sang pasien lelaki juga diambil spermanya, petugas klinik akan memberikan wadah khusus untuk menampung sperma dan ruangan khusus untuk melakukan semuanya sendiri.
  10. Proses bayi tabung di laboratorium biasanya memakan waktu 2 – 3 hari sampai menjadi embrio, dan bagi pasangan yang memilih prosedur PGS ( Preimplantation Genetic Screening ) maka akan lebih lama lagi, embrio biasanya siap ditanamkan pada hari ke 3 – 5 tergantung kondisi dan penilaian oleh dokter.
  11. USG Adeno, yaitu observasi rahim untuk dievaluasi apakah rahim istri telah siap untuk menerima transfer embrio, atau adakah masalah. Bila diketemukan ada masalah, maka dokter akan menganjurkan untuk membekukan terdahulu embrio, untuk terlebih dahulu memperbaiki rahim pasien. Terkadang untuk menunggu pembenahan rahim yang dianggap bermasalah bisa memakan waktu berbulan-bulan. Bila tidak ditemukan ada masalah maka pasien direkomendasikan untuk melanjutkan program ke proses ET.
  12. ET ( Embryo Transfer ) selama menjalani proses ini pasien tidak dibius dan di usg abdominal sehingga pasien bisa melihat proses penanaman embrio ke rahimnya, proses ini hanya memakan waktu 10 – 15 menit, tetapi suami baru akan bertemu istri setelah 2 – 3 jam. Setelah selesai biasanya sang istri langsung dibawa keruang rawat inap untuk bedrest dalam posisi yang diatur oleh perawat klinik dan tidak boleh bergerak dalam beberapa jam. Operasi ET biasanya dilakukan pada pagi hari, dan pasien sudah bisa pulang meskipun dimulai saat setelah operasi dianjurkan untuk istirahat total dan tidak boleh melakukan kegiatan yang berat-berat sampai 10 hari kedepannya. Bila ada kelebihan stok embrio yang tidak ditransfer ke rahim istri maka dokter akan menanyakan ke pasien apakah embrio tersebut mau disimpan dengan cara dibekukan sebagai cadangan ET dimasa depan atau dibawa pulang oleh pasien.
  13. Suntikan penguat dan obat progesteron, suntikan akan diberikan sebanyak 2 kali, yang pertama biasanya diberikan berselang 3 -4 hari dari ET, dan suntikan ke 2 berselang setelah 3-4 hari dari suntikan pertama. Sedangkan obat progesteron diberikan untuk dikonsumsi oleh pasien setiap hari sampai dokter menyatakan sebaliknya.
  14. 10 hari setelah ET, pasien akan diambil darah untuk pengumuman hasil program bayi tabung. Pasien wanita akan dinyatakan positif hamil jika kadar hormon hCG ( Human Chorionic Gonadotropin ) dalam darahnya diatas 25 mIU/ml.

Untuk anda yang juga ingin mengetahui perkiraan biaya mengikuti program bayi tabung silahkan klik disini