Berapa Biaya Bayi Tabung

Besaran biaya dalam mengikuti program bayi tabung untuk setiap pasangan akan berbeda tergantung kasus kesuburan yang dihadapi oleh pasangan tersebut, dan fasilitas apa yang dibutuhkan dan diminta oleh pasangan tersebut.

Untuk mengetahui perkiraan pengeluaran haruslah kita melihat situasi dan kondisi kesuburan pasangan yang ingin menjalankan program bayi tabung terdahulu :

  1. Suami sehat dengan jumlah sperma yang baik diatas 0,1% dengan volume semen normal, istri juga sehat, tinggi dan berat badan istri ideal dengan berat dibawah 50kg dan umur dibawah 36thn.
  2. Suami kurang sehat tetapi dokter menyimpulkan bahwa bibit sperma bisa diperoleh melalui prosedur operasi, sementara istri sehat dan normal.
  3. Suami sehat, tetapi istri bermasalah.

Biaya bayi tabung dibayar sesuai dengan tahapan prosesnya (biaya dibawah ini hanya untuk gambaran saja, setiap klinik bisa menarif lebih mahal atau lebih murah tergantung kebijakan finansial klinik tersebut) :

  1. Cek darah dan skrinning suami Rp 1.500.000,-
  2. Cek darah dan skrinning beserta USG Transvaginal istri Rp 5.000.000,-
  3. Cek darah, USG, dan konsul selama terapi hormon +/- 8 kali @500rb Rp 4.000.000,-
  4. Suntikan hormon normal @750rbX2ampul sebanyak 10 kali = Rp 15.000.000,-
  5. Suntikan pematang sel telur Rp 1.500.000,-
  6. OPU normal Rp 25.000.000,-
  7. Pengambilan Sperma dari Buah Pelir Rp 12.500.000,- (Biasanya dilakukan pada lelaki dengan tingkat kesuburan dibawah 1% saja)
  8. PGS 3 embrio + biopsi = Rp 30.000.000,- (Hanya kalau memilih jenis kelamin atau diharuskan PGS)
  9. Embryo Freezing Rp 5.000.000,-
  10. ET dengan kamar kelas-1 Rp 13.500.000,-
  11. Suntikan penguat 2X750rb = Rp 1.500.000 ,-
  12. Obat-obatan = Rp 1.000.000,-

Perkiraan pengeluaran yang tercantum diatas diluar hotel, pesawat terbang bila anda dari luar kota, makan harian, akomodasi, dll