Perbedaan Inseminasi Dan Bayi Tabung

Perbedaan utama antara inseminasi dan bayi tabung adalah ketika terjadi proses pembuahan, untuk inseminasi pembuahan dimana sel telur bertemu dengan sperma terjadi didalam rahim wanita, sedangkan pada bayi tabung pertemuan sel telor dengan sperma dilakukan digelas kaca pada laboratorium khusus oleh dokter ahli dibidangnya.

Perbedaan berikutnya adalah prosentase keberhasilan program inseminasi yang hanya 12,5 sampai dengan 20% saja, berbanding dengan program bayi tabung yang memiliki presentase keberhasilan diatas 50% secara umum, bahkan persentase keberhasilan untuk perempuan yang berusia dibawah 35 tahun melebihi 85%.

Tentu saja persentase keberhasilan yang sangat berbeda tersebut juga memiliki perbedaan biaya dalam menjalani program-programnya. Umumnya pada klinik yang sama, biaya inseminasi hanyalah 20% dari mahalnya biaya bayi tabung.

Untuk mengetahui perbedaan proses bayi tabung dengan inseminasi secara prosesnya,

Inseminasi:

Pria: Sperma diambil, selanjutnya sperma tersebut dicuci.

Wanita: Dilakukan pemeriksaan saluran tuba, dan diberi tindakan bila didapati salurannya terindikasi ada sumbatan atau hal yang dapat menghalangi proses berenangnya sperma.

Pada saat yang ditentukan sperma akan disuntikan keposisi pelepasan terbaik didalam tubuh wanita, agar sperma dipastikan dapat menjangkau sel telur dengan sangat mudah.

Bayi Tabung:

Pria: Sperma diambil, selanjutnya sperma dicuci.

Wanita: Disuntik stimulasi agar menghasilkan sel telur antara 5 sd 15 buah, selanjutnya sel telur diambil dari tubuh wanita dan dipindahkan ke cawan petri.

Selanjutnya sperma dipilih yang pergerakan dan bentuk struktrurnya baik, satu sperma tersebut akan disuntikkan langsung kedalam satu sel telur wanita yang semua dilakukan dicawan petri tersebut. Bila ada 15 telur, maka akan dipilih 15 sperma untuk 15 sel telur.

Sel telur yang berkembang menjadi embrio akan dipilih yang terbaik, biasanya yang hari ke-5 dapat menjadi blastosist dengan permukaan yang utuh.

Embrio pilihan tersebut akan disuntikkan kembali kerahim wanita, untuk selanjutnya terjadi proses alami penempelan pada dinding rahim perempuan tersebut.

 

Recent Comments
    Archives
    Categories
    • No categories